Jakarta Slums Tour: Itu Beneran Ada Ya?

Mine, itu pake tour guide ya? Bayar ngga sih? Itu dimana sih tempatnya?

Baru-baru ini, saya dan teman saya Chantelle dan Paul dari University of Queensland, Australia pergi ke daerah kumuh di Jakarta. Tepatnya di suatu perkampungan dekat Sungai Ciliwung, di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.

Saya mengunggah kegiatan saya melalui snapgram dan menamakannya “Jakarta Slums Tour”. Istilah nama itu memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman saya, “Jakarta slums tour itu gimana?” “Itu beneran ada?” “Eh, itu ada tour guide-nya Mine?” “Bayar berapa?” dan semacamnya. 

IMG_9174.JPG
Sedikit ala-ala gondola di Venice (Credit: Paul).

Istilah “Jakarta Slums Tour” sebenarnya bukan hanya karangan belaka, melainkan memang ada tur seperti ini. Dan kebetulan saya sendiri juga baru tahu. 

Chantelle yang berasal dari Brisbane, Australia sangat tertarik dengan isu kemanusiaan dan ia sudah mencari tahu bahwa di Indonesia masih terdapat wilayah yang tidak layak huni. Ditambah lagi, saya bercerita bahwa di Jakarta sendiri terdapat gap yang sungguh disayangkan. Misalnya, di balik gedung mewah yang ada, masih banyak kawasan kumuh tak tertata.

Chantelle makin tertarik dan saya sebagai teman yang akan menemani, tentu perlu melakukan survei dulu. Berhubung jadwal kuliah saya sangat padat, jadi saya hanya memanfaatkan Google. Muncullah hasil seperti ini.

Screen Shot 2018-04-15 at 18.32.23.png

Bahkan di TripAdvisor juga tersedia. Ada yang menggunakan istilah “Jakarta Slums Tour”, “Jakarta Hidden Tour”, atau “Hidden Tour Jakarta”. Maknanya sama, yaitu tur melihat kawasan kumuh yang ada Jakarta. Bisa di cek di tautan berikut: 

Tur semacam ini memang ada. Para wisatawan akan dibawa berkeliling ke wilayah kumuh menggunakan transportasi umum atau lokal. Tujuan tur ini sebenarnya baik, bukan untuk menjelekkan dan menunjukkan kesenjangan sosial yang ada di Jakarta, melainkan membantu masyarakat setempat. Dari review yang saya baca, beberapa tur diselenggarakan oleh NGO. Mereka ingin para wisatawan tersebut, terutama wisatawan asing, membantu masyarakat yang mereka kunjungi. 

Sedangkan, tur ala saya adalah buatan sendiri alias gratis dan pemandu wisatanya adalah saya. Mulanya, saya ingin mengajak Chantelle dan Paul ke kawasan Kampung Pulo, tapi pada akhirnya saya membawa mereka berkeliling ke sekitar wilayah Manggarai dan sampailah kami pada lokasi yang Chantelle inginkan. 

IMG_9146

IMG_9154.JPG
Credit: Paul

274848.jpg

Ada satu kisah menarik dalam tur kami, tentang Pak Pandi dan keluarganya. Pak Pandi sudah menempati kawasan tempat tinggalnya lebih dari 50 tahun. Tentu kisah ini bagian dari keingintahuan Chantelle dan saya menjadi interpreter-nya. Kami menanyakan beberapa pertanyaan dan jawaban beliau begitu sederhana dan polos. Sungguh membuat saya dan Chantelle makin membuka mata. 

IMG_9162.JPG
Sedang mewawancarai Pak Pandi
IMG_9161
“Ya, semoga sih ada yang bantu. Bisa cepat-cepat diperbaiki, biar ga banjir lagi. Biar cucu saya bisa sekolah dan tinggal di tempat yang lebih baik. Pasti pemerintah bantu, mungkin ini memang wilayah terakhir, saya dengar begitu”.

Pak Pandi bercerita, banjir sudah merendam rumahnya tiga kali dalam satu bulan Maret kemarin.

“Biasanya tinggi air bisa mencapai 1-2 meter, ya setengah pintu atau lebih,” tambah Pak Pandi.

Sebenarnya masih banyak wilayah lain di Jakarta yang bentuknya seperti tempat tinggal Pak Pandi, bahkan banyak yang lebih miris. Saya hanya berharap mungkin nanti ada bala bantuan entah dari pemerintah atau swasta yang membantu Pak Pandi dan keluarga, serta tetangga sekitarnya. Terkadang mereka bukan tidak mau pindah, tapi mahalnya biasa sewa di tempat lain membuat mereka bertahan di kawasan tersebut. 

274847.jpg
Chantelle dan Saya

Semoga semakin banyak orang yang tahu dan mencoba “Jakarta Slums Tour” ini. Tentu bukan sekedar tur berjalan-jalan, tetapi untuk lebih membuka mata dan bersyukur atas apa yang telah kita punya. Terutama lebih tergerak untuk membantu sesama. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.